Makalah Iman Kafir Nifaq Kufur
KATA PENGANTAR
Pertama
pembuat makalah melantunkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua, sehingga kami mampu
menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Kalam ini.
Ucapan
terima kasih juga kami ucapkan kepada Bapak Ahmad Muzakkil Anam, M.Pd.I selaku
dosen kami semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan umur panjang kepada
beliau.
Harapan kami semoga makalah ini dapat dipahami serta
menambah pengetahuan bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki
bentuk maupun isi dari makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.
Kami menyadari bahwa kami masih kurang dalam hal pengetahuan maupun pengalaman, oleh karena itu
kami sangat mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari para pembaca
demi kesempurnaan makalah ini.
|
Surakarta, 26 Februari 2018
Penyusun
|
Daftar Isi
Kata
Pengantar
.................................................................................... 1
Daftar
Isi
............................................................................................. 2
BAB
I
Pendahuluan ............................................................................ 3
Latar
Belakang
............................................................................. 3
Rumusan Masalah
........................................................................ 3
Tujuan
...........................................................................................
3
BAB
II Pembahasan
............................................................................ 4
Pengertian serta Dalil Iman, Kufur,
Nifaq, Syirik ...................... 4
Definisi Iman
........................................................................ 4
Definisi Kufur
....................................................................... 5
Definisi Nifaq
....................................................................... 9
Definisi Syirik
....................................................................... 11
Perbedaan Iman, Kufur, Nifaq, Syirik
....................................... 16
BAB
III Penutup
.................................................................................
18
Kesimpulan
...............................................................................
18
Saran
.........................................................................................
18
Daftar
Pustaka
.....................................................................................
19
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Islam
sebagai rahmatan lil ‘alamin yang membahas segala dimensi kehidupan termasuk
tentang aqidah dan keyakinan serta sesuatu yang diamalkan atau amaliyah. Islam
adalah agama yang bersumber dari Alloh SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
saw. yang berintikan keimanan dan
perbuatan.
Keimanan
dalam agama Islam merupakan dasar atau pondasi yang diatasnya berdiri
syariat-syariat Islam. Keimanan kita kepada Alloh SWT harus terus menerus di
pupuk agar seakin kokoh dan kuat, karena ketika keimanan kita terkikis akan
menyeret kita pada kufur. Kekufuran apabila tertanam dalam jiwa manusia akan
menjerumuskan kepada perbuatan yang menyimpang yaitu syirik dan nifaq. Maka
dari itu, dalam makalah ini kami akan sedikit membahasnya agar kita bisa
menjaga iman kita dan menjauh dari kekufuran.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
pengertian serta dalil Al-Quran & hadits iman, kufur, nifaq, dan syirik ?
2. Bagaimana
perbedaan iman, kufur, nifaq, dan syirik ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan
pengertian serta dalil Al-Quran & hadits iman, kufur, nifaq, dan syirik.
2. Menjelaskan
perbedaan iman, kufur, nifaq, dan syirik.
BAB II
Pembahasan
A.
Definisi serta
Dalil Al-Qur’an & Hadits Iman,Kufur,Nifaq, dan syirik
1.
Definisi Iman
Penjelasan iman dari kata Arab , yaitu آمن – يؤمن-ايمانا yang artinya percaya. Sedangkan menurut
istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan
dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian pengertian iman kepada
Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan
segala sifat keagungan dan kesempurnaan-Nya, kemudian pengakuan itu diikrarkan
dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman)
sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan diatas. Apabila seseorang
mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan
lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat
dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut
merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan . beriman kepada
Allah merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah
memerintahkan agar umat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah
yang artinya: 

“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan sebelumnya.
Barangsiapa iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
Rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat
jauh. ” (QS. An Nisa: 136).
Ayat tersebut
memberikan penjelasan bahwa bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami
kesesatan yang nyata. Orang yang sesat
tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman
kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.
Adapun hadis mengenai Iman yaitu
“Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
para rasul-Nya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik
maupun yang buruk” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2.
Definisi Kufur
Kufur
secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah
tidak beriman kepada Allah dan Rasul
baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.
·
Jenis Kufur
a.
Kufur besar
Kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam
:
a)
Kufur karena
mendustakan, dalilnya adalah :

“Dan siapakah
yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah
atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukanlah
dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ” (Q.S
Al-Ankabut: 68)
b)
Kufur karena
enggan dan sombing, dalilnya adalah :
“Dan
(ingatlah) ketika kami berfirman kepada
para malaikat, ‘tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka tunduk kecuali iblis,
ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir” (Q.S Al-Baqarah
: 34)
c)
Kufur karena
ragu, dalilnya adalah firman Allah

“Dan ia
memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri; ia berkata, ‘aku
kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari
Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku,
niscaya akan kudapati tempat kembali yang lebih baik. Temannya (yang mukmin)
berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu
dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikanmu seorang
laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun ” (Q.S Al-Kahfi : 35-36)
d)
Kufur Karena
Berpaling, dalilnya adalah firman Allah :

003. Kami tiada
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan
(tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir
berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. (Q.S Al-Ahqaf: 3)
e)
Kufur karena
nifaq, dalilnya adalah firman Allah :
“yang demikian
itu adalah karena mereka beriman (secara lahirnya) lalu kafir (secara
batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat
mengerti .” (Al-Munaffiqun : 3)
b.
Kufur Kecil
Kufur
kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam dan
ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan dalam
al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat
kufur besar. Seperti kufur nikmat sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya
:
“mereka
mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka
adalah orang-orang yang kafir.”
Termasuk
juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang disebutkan sabda Nabi:
“Mencaci orang
muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah sesuatu kekufuran. ” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Dan
sabda beliau :
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر
“Janganlah kalian
sepeninggalku kembali lagi menjadi orang-orang kafir, sebagian kalian memenggal
leher sebagian yang lain. ” (HR. Bukhari dan Muslim)
Termasuk juga
bersumpah atas nama selain Allah , Nabi bersabda :
“Barang siapa
bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik. ”
(At-Tirmidzi dan dihasankannya, serta dishahihkan oleh Al-Hakim)
Yang demikian
itu karena Allah tetap menjadikan para pelaku dosa sebagai orang-orang mukmin.
Allah juga tidak mengeluarkan orang-orang yang mebunuh dari golongan
orang-orang yang beriman, bahkan menjadikannya sebagai saudara bagi wali yang
(berhak melakukan) qishash. Allah berfirman:

178. Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan
orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan
hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan
dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik,
dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af
dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari
Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka
baginya siksa yang sangat pedih. (Al-Baqarah: 178)
Yang
dimaksud dengan saudara diatas tanpa diragukan lagi adalah saudara seagama.
Kesimpulan
perbedaan antara kufur besar dan kufur kecil
1.
Kufur besar
mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan menghapus (pahala) amalnya,
sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam, juga
tidak menghauskan pahala amalnya, tetapi bisa mengurangi pahala amalnya sesuai
dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.
2.
Kufur besar
menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedangkan kufur kecil jika pelakunya
masuk neraka maka ia tidak kekal didalamnya, dan bisa saja Allah memberikan
ampunan kepadanya sehingga ia tidak masuk sama sekali.
3.
Kufur besar
mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan
orang-orang mukmin. Orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya,
betapapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak
melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi
kesetiaan sesuai dengan kadar keimananya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai
dengan kadar kemaksiatannya.
3. Definisi Nifaq
Nifaq secara bahasa berasal dari kata النافقاء
(naafiqaa’) yaitu salah satu lobang tepat keluarnya yarbu’ (hewan
sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu
maka akan keluar dari lobang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata ) النفقnafaq )
yaitu lobang tempat bersembunyi.[1]
Nifaq menurut
syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan
kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu
baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya.Allah
berfirman :

067. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan
sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan
melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah
lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang
munafik itulah orang-orang yang fasik.(Q.S At-Taubah : 67)
145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan
mendapat seorang penolongpun bagi mereka.(Q.S An-Nisaa : 145)
Contoh : Orang
yang mengaku sebagai seorang mu’min padahal dihati atau batinnya masih sebagai
orang kafir. Orang-orang sepert ini biasa disebut dengan munafik, munafik
adalah orang yang berbuat nifaq. Tidaklah mudah mengetahui orang yang munafik
sebab tindakan orang-orang munafik tidak menampakkan sebenarnya secara terbuka
melainkan secara sembunyi-sembunyi, ibarat musuh adalah musuh dala selimut.
v Jenis nifaq
Nifaq ada dua jenis : Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali.
·
Nifaq I’tiqadi
(keyakinan).
Nifaq I’tiqadi (keyakinan) yaitu nifaq besar, dimana pelakunya
menampakkan ke-Islaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini
menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada dalam kerak neraka. Allah
menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran,
ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencari agama dan pemeluknya serta pelakunya
serta kecenderungan musuh-musuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam
memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada disetiap zaman.
Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya
secara lahiriah. Keadaan seperti itu merupakan kesempatan untuk mereka agar
masuk kedalam agama Islam kemudian melakukan tipu daya terhadap agama dan
pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat
Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Karena itu,
seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikatNya,
kitab-kitabNya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari
semua itu dan mendustakannya. Nifaq jenis ini ada empat macam :
1.
Mendustakan
Rasulullah saw. atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.
2.
Membenci
Rasulullah saw. atau membenci sebagian apa yang beliau bawa.
3.
Gembira dengan
kemunduran agama Rasulullah saw.
4.
Tidak senang
dengan kemenangan agama Rasulullah saw.
·
Nifaq Amali (
perbuatan )
Nifaq amali yaitu melakukan sesuatu yang merupakan orang-orang
munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak
mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang
demikian. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya
banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq
sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw. :
“Ada empat hal, yang jika ada pada seseorang maka ia enjadi munafiq
sesungguhnya, dan jika orang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya,
berarti ia memiliki satu kebiasaan(ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya; bila
dipercaya ia berhianat,bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia mengingkari
dan bila ia bertengkar, ia berucap kotor.”
Terkadang pada
diri seorang hamba berkumpul kebiasaan baik dan kebiasaan buruk, kebiasaan iman
dan kebiasaan kufur serta nifaq. Karena itu, ia mendapatkan pahala dan siksa
sesuai dengan konsekuensi dari yang ia lakukan. Sifat nifaq adalah sesuatu yang
buruk dan sangat berbahaya, karena itu para sahabat begitu sangat takutnya
kalau dirinya terjerumus kedalam nifaq. Ibnu Abi Mulaikah berkata, “Aku bertemu
dengan 30 sahabat Rasulullah saw. mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq
dalam dirinya”.
Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal
yang yang merupakan kekhususan Allah,seperti berdoa kepada Allah,atau
memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban),bernadzar,
berdoa,dan sebagainya kepada selain-Nya.
Karena itu barangsiapa menyembah selain Allah berarti ia meletakkan
ibadah tidak pada tempatnya dan memberikan kepada yang tidak berhak,dan itu
adalah kedzaliman yang peling besar.Allah tidak akan mengampuni orang
musyrik,jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya.Syirik juga menghapus
pahala segala amal kebaikan.Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik, dia
mengampuni segala dosa selain (syirik) itu ,bagi siapa yang
dikehendaki-Nya.(Q.S An-Nissa : 48)

“ Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada
siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka
mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka
kerjakan.”(Q.S Al-An’am : 88)
Syirik adalah suatu kekurangan dan aib yang Allah SWT menyucukan
diri dari keduanya.Karena itu,barangsiapa berbuat syirik kepada Allah,maka ia
menetapkan untuk Allah apa yang Dia menyucikan diri dari padanya.Dan ini adalah
puncak pembangkangan,kesombongan dan permusuhan kepada Allah.
v Jenis Syirik
·
Syirik Besar
Syirik besar bisa
mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan menjadikannya kekal di neraka,jika
ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya.Syirik besar adalah
memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah,seperti berdoa kepada
selain Allah dan mendekatkan diri kepada-nya dengan menyembelih kurban dan
nadzar untuk selain Allah,baik untuk kurban,jin dan syaitan.termasuk juga takut
kepada orang-orang yang telah mati,jin atau syaitan,bahwa mereka bisa
membahayakan atau membuatnya sakit juga mengharapkan sesuatu kepada selain
Allah yang tidak kuasa melakukannya kecuali Allah,berupa pemenuhan kebutuhan
dan menghilangkan kesusahan,hal yang saat ini dilakukan di sekeliling
bangunan-bangunan yang didirikan di atas kuburan para wali dan orang-orang
shalih di sebagian wilayah Islam.Allah berfirman:

”Dan mereka
menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan
kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata: "Mereka
itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah:
"Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di
langit dan tidak (pula) di bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa
yang mereka mempersekutukan (itu).(Q.S Yunus : 18)
Berikut adalah macam-macam dari syirik besar
1)
Syirik dakwah
(Doa)
Yaitu disamping dia berdoa kepada Allah,dia berdoa kepada
selain-Nya.Allah berfirman:
Maka apabila
mereka naik kapal mereka mendo`a kepada Allah dengan memurnikan keta`atan
kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba
mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),(Q.S Al-Ankabut : 65)
2)
Syirik
Niat,Keinginan,dan Tujuan
Yaitu ia menunjukkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah.

015. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan
sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
016. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali
neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan
sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? (Q.S Hud : 15-16)
3)
Syirik
Keta’atan
Yaitu menaati selain Allah dalam hal maksiat kepada-Nya.Allah berfirman:

Mereka menjadikan orang-orang
alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka
mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah
Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha
Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(Q.S At-Taubah : 31)
4)
Syirik Muhabbah
(Kecintaan)
Yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan.Allah berfirman :

165. Dan di antara manusia ada orang-orang
yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat
cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu
mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal).(Q.S Al-Baqarah : 165)
·
Syirik Kecil
Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama
Islam,tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik
besar.Syirik kecil ada dua macam:
1)
Syirik Dzahir
(nyata)
Yaitu syirik dalam bentuk ucapan dan perbuatan.Dalam hal ucapan
misalnya bersumpah kepada selain Allah.Rasulullah Saw bersabda:
من حلف بغير الله فقد كفر او اشرك
“Barangsiapa bersumpah dengan
nama selainn Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik.” (At-Tirmidzi dan dihasankanya, serta
disahihkan oleh Al-Hakim.)
Adapun yang berbentuk perbuatan adalah seperti memakai kalung atau
benang sebagai pengusir atau penangkal marabahaya,atau menggantungkan tamimah[2]
karena takut kena ‘ain (mata) atau perbuatan lainnya, jika ia berkeyakinan
bahwa perbuatannya tersebut merupakan sebab-sebab (hilangnya marabahaya) dengan
hal-hal tersebut.Sedang ia berkeyakinan bahwa hal-hal tersebut dapat menolak
atau mengusir marabahaya,maka ia adalah syirik besar,sebab ia berarti
menggantungkan diri kepada selain Allah.
2)
Syirik Khafi
(tersembunyi)
Yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat seperti riya’ (ingin
dipuji orang) dan sum’ah (ingin didengar orang).Seperti melakukan suatu
amal tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah,tetapi ia ingin mendapatkan
pujian manusia,misalnya dengan membaikkan shalatnya atau bersedekah agar dipuji
dan disanjung karenanya,atau ia melafadzkan dzikir atau memperindah suaranya dalam
bacaan Al Qur’an agar didengar orang lain,sehingga mereka menyanjung atau
memujinya.Jika riya’ itu mencampuri (niat) suatu amal,maka amal itu
menjadi tertolak.Karena itu ikhlas dalam beramal adalah sesuatu yang niscaya. Allah
berfirman :
011. Maka Kami tutup telinga mereka
beberapa tahun dalam gua itu.(Q.S Al-Kahfi : 11)
B. Perbedaan Iman, Kufur, Nifaq, dan Syrik
Iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan dan
diamalkan dengan tindakan (perbuatan).
Sedangkan,
kufur adalah tidak beriman kepada Allah
dan Rasul baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur
kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam
Sedangkan, nifaq yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi
menyembunyikan kekufuran dan kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang
tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan
dengan yang ada dihatinya.
Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal
yang yang merupakan kekhususan Allah,seperti berdoa kepada Allah,atau
memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban),bernadzar,
berdoa,dan sebagainya kepada selain-Nya. Syirik besar bisa mengeluarkan
pelakunya dari agama islam. Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari
agama Islam,tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara)
kepada syirik besar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan yang
dapat diambil dari penjabaran diatas adalah :
Iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan dan
diamalkan dengan tindakan (perbuatan).
Kufur
adalah tidak beriman kepada Allah dan
Rasul baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.
Nifaq yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan
kekufuran dan kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut
memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan
yang ada dihatinya.
Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal
yang yang merupakan kekhususan Allah,seperti berdoa kepada Allah,atau
memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban),bernadzar,
berdoa,dan sebagainya kepada selain-Nya.
B.
Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kami selaku penyusun mengharapkan agar pembaca
memberikan saran dan kritik yang bermanfaat serta dapat menjadikan kami lebih
baik lagi dalam menyusun makalah kedepannya, karena penyusun adalah manusia
biasa yang tidak luput dari kesalahan.
Daftar Pustaka
Shalih bin
Fauzan. 2006. At-tauhid Lish-Shaffits Tsalits Al-‘Aly. Jakarta: Yayasan
Al-Sofwa.
Sunarso, Ali.
2009. Islam Paradigma. Yogyakarta: Tiara Wacana.
semoga selalu istiqomah dalam berkarya....
BalasHapus